BIODATA PENULIS
BIODATA PENULIS
Selasa, 24 November 2009
Sabtu, 07 November 2009
ISDN
Sejarah ISDN
Sebelum terciptanya ISDN, ada juga beberapa jaringan konvensional yang digunakan dalam masyarakat, yaitu:
1. Jaringan Telepon (PSTN = Public Switched Telephone Network)
2. Jaringan komunikasi data (PDN = Public Data Network)
3. Jaringan Telex (PSTX)
Jaringan-jaringan konvensional ini digabungkan menjadi jaringan digital yang terintegrasi dengan cara mendigitalisasi jaringan konvensional tersebut, kemudian jaringan-jaringan yang telah memenuhi konsep Integrated Digital Network diintegrasikan sehingga pada akhirnya kita dapat mengintegrasikan semua jaringan konvensional ini menjadi sebuah jaringan terpadu yang memiliki konsep digital sampai ke pengguna akhir.
Melihat langkah-langkah penggabungan diatas, dapat disimpulkan bahwa IDN merupakan asal mula terciptanya ISDN. Awalnya, telepon jaringan menggunakan kawat atau kabel untuk sarana koneksinya.
Namun pada permulaan tahun 1960-an, sistem telepon ini mulai dikonversi dari sistem analog menggunakan kabel, ke sambungan paket sistem digital. Asal mula munculnya ISDN pita lebar bermula ketika pembuatan trial broadband rampung pada jaringan lokal Bigfon di Berlin pada tahun 1984 hingga kemudian pada tahun yang sama penggunaaan ISDN mulai disosialisasikan ke masyarakat. Sosialisasi ini dimulai oleh CCITT (sekarang ITU), yaitu sebuah organisasi dibawah naungan PBB yang menangani bidang standarisasi telekomunikasi.
Latar Belakang ISDN
ISDN muncul menjadi sebuah sarana telekomunikasi di tengah masyarakat akibat adanya pertumbuhan permintaan dalam hal komunikasi suara, data, dan gambar, namun dengan biaya yang rendah dan fleksibilitas yang tinggi. Disamping itu, perkembangan perangkat terminal CTE memberikan kebebasan kepada pelanggan dalam memilih alat komunikasi yang berstandarkan ISDN.
Keuntungan ISDN
ISDN menawarkan kecepatan dan kualitas tinggi dalam pengiriman data, bahkan 10 kali lebih cepat disbanding PSTN
2. Efisien. Delam satu saluran saja dapat mengirim berbagai jenis layanan (gambar, suara, video) sehingga efisien dalam pemanfaatan waktu
3. Fleksibel. Single interface untuk terminal bervariasi
4. Hemat biaya. Hanya membutuhan satu terminal tunggal untuk audio dan video
Model Jaringan
1. Model Konvensional. Pada masa ini, masing-masing sistem jaringan terpisah, sehingga pengguna akan mengakses ke masing-masing jaringan untuk tiap keperluan layanan yang berbedasatu dengan yang lainnya.
2. Model awal ISDN. Pada masa ini, masing-masing jaringan merupakan subnetwork dari ISDN yang dilengkapi dengan sebuah set saluran dan protokol untuk mengakses ke jaringan. Pengguna terdaftar sebangai pelanggan satu jaringan dengan tetap meminta layanan yang berbeda ke sistem yang juga masih berbeda-beda, tetapi telah menggunakan akses yang sama. Hanya sistemnya saja yang masih berbeda.
3. Model jaringan ISDN penuh. Pengguna bisa mengakses ke satu jaringan lewat satu jalur akses yang sama. Sebab sistem ISDN menyediakan dan telah dapat melayani segala jenis pelayanan yang berbeda-beda
Komponen ISDN
Sistem ISDN terdiri dari lima buah komponen terminal utama yang bertugas untuk menjalankan proses layanannya, yaitu terminal Equipment, terminal Adapter, Network Termination, Line Termination, dan Local Exchange.
Pelayanan ISDN
Ada beberapa fitur layanan utama yang ditawarkan oleh sistem ISDN. Yaitu:
1. Bearer Service.
Bearer Service merupakan layanan awal dan dasar yang diperuntukkan bagi pengguna yang baru bergabung dengan jaringan ISDN. Pengguna baru akan mendapatkan layanan dasar ini begitu mendaftar sebagai pelanggan ISDN. Bearer Service menyediakan layanan transfer mode,transfer rate, dan transfer capability. Layanan ini menunjukkan dan menjelaskan karakteristik jaringan transmisi yang ditawarkan oleh operator penyedia jaringan antara terminal pengguna dan jaringan.
2. TeleService
TeleService adalah layanan yang pada dasaranya telah diberikan dari awal oleh jaringan ISDN, namununtuk menggunakannya harus didukung dari peralatan atau terminal pengguna. Jika pengguna masih menggunakan peralatan standar, maka layanan TeleService ini tidak dapat digunakan.
3. Supplementary Service
Supplementary Service adalah layanan tambahan yang disediakan oleh jaringan ISDN ke pengguna, namun dalam mengaksesnya, pengguna dibebankan biaya tambahan ketika mengaktifkan layanan ini. Supplementary Service digunakan bersama dengan layanan dasar jaringan ISDN.
Broadcast-ISDN
Akses Broadcast-ISDN muncul akibat dari usaha Jerman melengkapi perumahan dan perkantoran. Ada dua cara untuk memperbesar kapasitas pengiriman data lewat ISDN.
1. SDH, yaitu alat untuk beban 150 Mbps dengan pelayanan yang berbeda dari laju data yang bervariasi
2. ATM, yaitu pengembangan penyambungan paket yang memakai ukuran paket yang sama yang diesebut dengan istilah sel
Pelayanan Broadcast ISDN hampir mirip dengan pelayanan ISDN, yaitu mempunyai:.
• Bearer Service, yaitu pemberian kanal informasi melalui pita lebar tertentu
• TeleService, yaitu pengembangan dari jenis layanan yang pertama, yang bertumpu pada kemampuan switch dan CPE. TeleService dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu Pelayanan Interaktif (mencakup Conversational, Message, dan Retrieval Service), dan Pelayanan Distributif (mencakup distribusi dengan kemampuan kontrol penerimaan dan tanpa kemampuan kontrol penerimaan)
ISDN di Indonesia
Aplikasi layanan ISDN di Indonesia disediakan oleh PT Telkom. ISDN merupakan hasil evolusi dari PSTN. Proses evolusi ini dilakukan dengan pelayanan berbasis PSTN, kemudian berubah ke pelayanan SMDS, sampai akhirnya pelayanan ISDN dan Broadcast-ISDN.
Layanan ISDN di Indonesia
• Direct Dialling In. teleponyang tersambung ke jaringan PSTN/ISDN dapat secara langsung memanggil pesawat cabang STLO.
• Call Diversion. Pelanggan yang tidak dapat menerima panggilan dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain atau ke layanan penjawab (answering service)
• Do Not Disturb. Pelanggan yang memang sengaja tidak ingin menerima panggilan untuk suatu periode waktu tertentu dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain.
• PBX Line Hunting Service. Seleksi otomatis dari suatu bundel saluran yang melayani pelanggan ke nomor direktori umum pelanggan tersebut.
• Three Party Service. Pelanggan yang sedang melakukan percakapan telepon dapat menahan percakapannya dan melakukan panggilan dengan pihak ketiga.
• Freephone. Sebuah nomor khusus dapat dialokasikan kepada pelanggan dan beban atas setiap panggilan yang dilakukan kepada nomor ini biayanya dibebankan kepada pelanggan, bukan kepada pihak yang memanggil.
• Speed Dialling. Pelanggan dapat melakukan panggilan hanya dengan memutar suatu kode singkat atas sebuah nomor tertentu yang sudah diset dan tidak perlu memutar seluruh nomor lengkap.
• Call Waiting. Pelanggan yang sedang melakukan percakapan diberikan tanda bahwa ada panggilan masuk lainnya.
• Centrex Service. Layanan ini umunya hanya terdpat pada PABX dengan menggunakan sentral telepon PSTN/IDN yang diperlengkap secara khusus.
• Malicious Call Identification. Pelanggan dapat meminta identifikasi panggilan yang diterimanya.
IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers)
IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers)
IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers) melakukan diskusi, riset dan pengembangan terhadap perangkat jaringan yang kemudian menjadi standarisasi untuk digunakan sebagai perangkat jaringan. Dibawah ini beberapa standart 802.x :
802.1 (LAN/MAN Management and Media Access Control Brides)
802.2 (Logical Link Control (LLC))
802.3 (CSMA/CD (Standar untuk Ehernet Coaxial atau UTP))
802.4 (Token Bus)
802.5 (Token Ring (bisa menggunakan kabel STP))
802.6 (Distributed Queue Dual Bus (DQDB) MAN)
802.7 (Broadband LAN)
802.8 (Fiber Optic LAN & MAN (Standar FDDI))
802.9 (Integrated Services LAN Interface (standar ISDN))
802.10 (LAN/MAN Security (untuk VPN))
802.11 (Wireless LAN (Wi-Fi))
802.12 (Demand Priority Access Method)
802.15 (Wireless PAN (Personal Area Network) ?IrDA dan Bluetooth)
802.16 (Broadband Wireless 802.16 Access (standar untuk WiMAX))
(LAN/MAN Management and Media Access Control Brides)
Sebelum kita membahas tentang perkembangan 802.1x, sebaiknya kita harus memahami apa yang disebut dengan 802.1x. standard ini sudah dipakai di Indonesia yaitu 802.15(IrDA dan Bluetooth), 802.11a/b/g(wireles) dan 802.16 masih dalam proses perijinan atau pengaplikasian karena membutukan dana yang banyak untuk infrastrukturnya. Dalam pengenalan 802.1x bisa kita lihat pada arsitektur jaringan komputer dan kita sbaiknya mengetahui beberapa istilah mengenai standard 802.1x. Channel merupakan sebuah bagian pada pita atau bandbfrekuensi radio. Overlap merupakan penumpukan frekuensi saat bandwidth membawa data. Non-overlapping berarti setiap frekuensi tidak saling bertumpuk agar jaringan dapat tersusun dalam urutan paket data tertentu saat dikirim. Throughput yaitu Kecepatan informasi yang datang, dan kecepatan data melewati suatu titik tertentu dalam Jarinngan.
Standard IEEE 802.11 adalah satu unit protokol yang menetapkan saluran komunikasi berbasis Ethernet. Spektrum radio yang digunakan protokol ini adalah bekerja pada frekuensi yang digunakan untuk saluran jaringan tanpa kawat (wireless). Sejak pemanfaatan radio untuk jaringan komputer wireless, penyadapan dapat saja dilakukan setiap orang dengan menggunakan suatu alat penerima, dan setiap orang dapat pula masuk kepada saluran (channel) spektrum pemancar tersebut. Dengan demikian diperlukan membangun protokol keamanan pada jaringan tersebut. Setelah itu apa maksud dari Istilah 802.11a/b/g yang biasanya terdapat pada fasilitas wifi di notebook dan peralatan wireless? Kita akan membahasnyadibawah.
Semua pengguna jaringan wireless harus melakukan proses otentikasi terlebih dahulu sebelum dapat bergabung dalam jaringan. Sistem otentikasinya dapat dilakukan dengan banyak cara, namun sistem otentikasi menggunakan pertukaran key secara dinamik. Sistem pertukaran key secara dinamik ini dapat dibuat dengan menggunakan Extensible Authentication Protocol (EAP). Sistem EAP ini sudah cukup banyak terdapat di dalam implementasi fasilitas-fasilitas diRADIUS Yang tertentu yang biasa dipakai pada sistem. .
Dalam standardisasi ini diatur apa dan bagaimana jaringan WLAN bekerja. Mulai dari teknik modulasi sinyalnya, frekuensi range-nya, sampai jenis antena yang cocok digunakan. Masing-masing standar memiliki spesifikasi teknis yang berbeda - beda. Dengan demikian cara kerja, perangkat pendukung, dan performa yang dihasilkan dari setiap standar tersebut berbeda-beda satu sama lain. Akibat dari kondisi ini, standar – standard tersebut tidak dapat saling berhubungan satu sama lain. Frekuensi range ini termasuk dalam kategori pita frekuensi ISM (Industrial, Scientific, and Medical). Pita frekuensi ISM ini memang dialokasikan oleh badan standardisasi dan regulasi untuk digunakan sebebasbebasnya tanpa perlu diberi sistem perizinan (unlicenses). Maka dari itu, banyak sekali produk elektronik yang menggunakan pita frekuensi ini termasuk juga jaringan wireless.Perangkat lain yang menggunakan frekuensi jenis ini juga cukup banyak, seperti microwave oven, cordless phone, wireless mic, dan banyak lagi perangkat lainnya. Biasanya perangkat yang menggunakan frekuensi ini adalah perangkat rumah tangga atau kedokteran yang hanya perlu memancarkan sinyal radio ber-power rendah. Development perangkat-perangkat yang menggunakan frekuensi jenis ini menjadi sangat pesat karena sifatnya yang bebas perizinan ini.
Standar IEEE 802.2
Kita telah mengetahui bagaimana dua buah mesin dapat berkomunikasi melalui sebuah saluran realiable dengan menggunakan bermacam-macam protokol data link protokol-protokol ini menyediakan kontrol error dan kontrol aliran pada standard IEEE 802.2 ini tidak membahas mengenai komunikasi realiable dari semuanya LAN 802 dan penawaran yang diberikan MAN merupakan layanan datagran yang terbaik kadang - kadang layanan ini cukup adekuat. Misalnya untuk mengirimkan paket IP, adanaya jaminan tidak diperlukan atau bahkan tidak diharapkan. paket IP cukup disisipkan ke field payload 802 dan mengirimkannya bila file load tersebut hilang, demikian pula yang terjadi pada paket IP/IEEE telah mendefinisikan sistem yang dapat beroperasi pada puncak semua protokol LAN 802 dan MAN. Selain itu protokol yang disebut LLC (Logical Link Control ) ini menyembunyikan perbedaan yang terdapat pada bermacam-macam jaringan 802 dengan menyediakan format tunggal dan interface ke network layer, dengan MAC sublayer ada dibawahnya.LLC menyediakan 3 pilihan layanan:
1. layanan diagram tidak reliable
2. layanan diagram beracknowledgement
3. layanan connection-oriented reliable
Header LLC didasarkan pada protokol HDLC yang lebih tua. Berbagai macam format digunakan untuk data dan kontrol. Untuk datagram beracknowledgement atau layanan connection-oriented, frame data berisi alamat sumber, alamat tujuan, nomor urut, nomor acknowledgement, beberapa bit untuk keperluan lain. Untuk layanan data tidak reliable, nomor urut dan nomor acknowledgemnt bisa diabaikan.
Standard IEEE 802.3 ( ethernet)
Stadard IEEE 802.3 ini ditujukan bagi LAN 1-persistent CSMA/cd untuk mengingat kembali tentang ide ini , ketika stasiun akan melakukan transmisi, stasiun mendengarkan kabel. Bila kabel dalam keadaan sibuk, maka stasiun akan menunggu sampai kabel tersebut menjadi bebas; bila kabel dalam keadaan bebas ,maka stasiun dengan segera akan melakukan tranmisi. Jika dua stasiun atau lebih mengirimkan secara simultan pada sebuah kabel yang sedang bebas, maka stasiun akan mengalami tabrakan. Semua stasiun yang mengalami tabrakan itu akan menghentikan tranmisinya, menunggu waktu random, dan mengulangi seluruh prosesnya lagi.
** kelebihan
- protokolnya sangat sederhana
- stasiun dapat dipasang dalam keadaan sistem sedang berjalan tanpa harus mematikan, sistem terlebih dahulu
- standard ini menggunakan kabel pasif, dan tidak membutuhkan modem
- delay pada lalulintas yang tidak padat bisa dikatakan nol karena stasiun tidak perlu menunggu token , dan dapat secara langsung mengirimkan frame .
** kekurangan
- sebuah stasiun harus mampu mendeteksi signal lemah yang berasal dari stasiun lain , bahkan ketika dirinya sendiri sedang melakukan transaksi.
- semua rangkaian pendeteksi semua analog .
Standar IEEE 802.4 ( token bus)
Standar IEEE 802.4 menerangkan LAN yang disebut Token bus. Secara fisik token bus merupakan kabel linier atau berbentuk diagram pohon tempat stasiun-stasiun dihubungkan. Secara logika, stasiun-stasiun diorganisasi kedalam sebuah ring dimaan masing-masing stasiun mengethui alamat stasiun lainnya yang berada di sebelah kiri dan kanannya. Bila ring logika diinisialisasi , maka stasiun yang bernomor paling tinggi mempunyai kesempatan pertama untuk mengirim. Setelah dilaksanakan, stasiun tersebut memberikan kesempatan berikutnya jika stasiun tetangganya dengan cara mengrimkan frame kontrol khusus yang disebut token. Token berpropagasi mengelilingi Ring logic tersebut , dimana hanya pemegang token sajalah yang diijinkan untuk mentranmisikan frame. Karena pada suatu saat hanya terdapat sebuah stasiun saja yang memegang token, maka tidak akan terjadi tabrakan.
** kelebihan
- Menggunakan peralatan telesi kabel yang memiliki realibilitas.
** kekurangan
- sistem broadband banyak menggunakan rekayasa analog dan melibatkan modem serta amplifier pita lebar
- protokolnya sangat rumit dan memiliki delay pada keadaan beban rendah yang panjang
- sangat tidak cocok untuk implementasi serat optik dan hanya dipakai oleh pengguna yang sedikit.
Memperbaiki kekurangan CSMA/CD
Tidak menggunakan metode persaingan
dapat menerapkan sistem prioritas
dijaringan - prioritas urutan, dilayani
distasiun - preoritas mendapatkan besar alokasi waktu pengaksesan
Topologi yang digunakan bus bukan topologi ring
Broadband 75 ohm cable
Kabel single dan dual
Tidak kompatibel dengan 802.3
Standard IEEE 802.5 ( token ring)
Jaringan ring telah lama dan dipakai untuk LAN maupun WAN. Ring merupakan kumpulan link point to point indiual yang membentuk sebuah lingkaran. Link point to point melibatkan teknologi yang sudah dikenal baik dan terbukti dilapangan dan dapat dioperasikan pada twisted-pair, kabel koaksial, dan serat optik. Rekayasa ring juga hampir seluruhnya digital, sedangkan, misalnya 802.3 memiliki komponen analog penting untuk deteksi tabrakan. Ring juga adil dan memiliki akses saluran yang baik. Dengan alasan-alasan ini IBM memilih ring sebagai LAN-nya dan IEEE telah memasukkan standard token ring sebagai 802.5.
** kelebihan
- Rekayasanya cukup mudah dan dapat berbentuk sepenuhnya digital
- Ring-ring dapat dibentuk dengan menggunakan tranmisi dari mulai carrier yang sederhana sampai serat optik secara virtual
Menggunakan Token passing sebagai metode akses
Menggunakan twisted-pair kabel
Menggunakan topologi ring yang membentuk “physical ring”
Beroperasi pada 4 Mbps - 6 Mbps
Merupakan hubungan point to point
Dikembangkan oleh IBM (Zurich)
Standard IEEE 802.6
Tidak satupun lan 802 yang kita pelajari cocok untuk digunakan dalam MAN masalah panjang kabel dan unjuk kerja ketika ribuan stsiun dhubungkan menyebakan sistem ini terbatas pada daerah seluas kampus saja. Bagi jaringan yang dapat mencakup seluruh pelosok kota,IEEE telah menentukan sebuah MAN yang disebut DQDB (DIStributed Queque dual bus-bus ganda antrian terdistribusi), sebagai standard 802.6.
Tidak seperti protokol-protokol LAN 802 lain , 802.6 tidak rakus. Pada protokol-protokol lainnya bila sebuah stasiun mendapatkan sebuah kesempatan untuk mengirim, maka stasiun tersebut akan segera melakukan tranmisi. Pada protokol ini , stasiun-stasiun membuat antrian sear berurutan dan menjadi dalam keadaan siap kirim dan mentranmisikan secara FIFO.
Aturan dasarnya adalah bahwa stasiun-stasiun berlaku sopan, artinya mereka menunggu stasiun0-stasiun aliran ke bawah. Sopan santun ini diperlukan untuk mencegah suatu situasi dimana situasi yang dekat dengan Head-end secara langsung mengambil seluruh sel-sel yang kosong pada saat sel-sel itu tiba dan langsung mengisinya, yang menyebabkan stasiun aliran ke bawah akan kehabisan kesempatan.
Standard 802.9
IEEE 802.9 mempunyai standard kecepatan sampai 10 Mbps saluran synchronous dengan 96 64-xBps (6 Mbps total Bandwith) dengan saluran yang dapat digunakan saluran data yang spesifik. total bandwith yang tetap yang digunakan 6 Mbps. Standar ini dinamakan sebagai Isochronous Ethernet (IsoEnet), dan didesain untuk mengatur pencampuran bursty dan time critical traffic.
Pelayanan video conference berdasarkan pemakaian lebar pita frekuensi dapat dibagi menjadi tiga bagian :
1. Shared Bandwidth, pemakaian lebar pita secara bersama-sama dapat dipenuhi oleh jaringan komunikasi seperti LAN.
2. Dedicated Bandwidth, pemakaian lebar pita frekuensi secara khusus atautersendiri, dapat dipenuhi oleh jaringan komunikasi seperti saluran terdedikasi atau penyambung LAN.
3. Allocated Bandwdth, pengalokasian lebar pita frekuensi dapat dipenuhi oleh jaringan komunikasi seperti pada system isochronus misalnya FDDI II, IEEE 802.9, Isochronus Ethernet (isoENET), 100mbps Ethernet dengan protocol prioritas permintaan dan Cell Reley serta ATM.
Standard IEEE 802.11
Standard IEEE 802.11 adalah standard yang digunakan untuk jaringan lokal menggunakan wireles. Sebuah metode CSMA/cd telah diterapkan standard terakhir pada tahun 1998 juga telah menerapkan metode.
Standard IEEE 802.12
IEEE 802.12 yang mempunyai kesempatan 100 MB persekon sesuai dengan proposal yang dipromosikan oleh AT&T, IBM, Hewlett-Packard yang biasa disebut 100 Mg anylan. Jaringan ini menggunakan topologi dasar star wiring dan sebuah metode akses yang mempunyai anggapan dasar bahwa sebuah alat memberikan pada jaringan Hub ketika mereka membutuhkan pengiriman data. Alat ini bisa mengirimkan data jika mendapat ijin dari Hub . Standar ini dipakai untuk mendukung jaringan berkecepatan tinggi yang bisa dioperasikan dalam gabungan ethernet dan lingkungan token ring dengan mendukung kedua buah jenis frame.
Kamis, 05 November 2009
Lirik Lirik lagu Nostalgia
Gereja Tua : Panbers
Masihkah kau ingat waktu di desa
Bercanda bersama disamping gereja
Kala itu kita masih remaja
Yang polos hatinya bercerita
Waktu kini tlah lama berlalu
Sudah sepuluh tahun tak bertemu
Entah dimana kini kau berada
Tak tahu dimana rimbanya
Reff :
Hanya satu yang tak terlupakan
Kala senja di gereja tua
Waktu itu hujan rintik-rintik
Kita berteduh di bawah atapnya
Kita berdiri begitu rapat
Hingga suasana begitu hangat
Tanganmu kupegang erat-erat
Kenangan itu slalu kuingat
Biarpun saat ini kau telah berdua
Itu bukanlah kesalahanmu
Ku hanya ingin dapat bertemu
Bila bertemu puaslah hatiku
Bila bertemu puaslah hatiku
Kemesraan : Iwan Fals
Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi
Burung camar terbang
Bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita
Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu
Andai Kau Datang : Koes Plus
Terlalu indah di lupakan
Terlalu sedih di kenangkan
Setelah aku jauh berjalan
Dan kau ku tinggalkan
*
Betapa hatiku bersedih
Mengenang kasih dan sayangmu
Setulus pesanmu
Kepadaku
Engkau kan menunggu
Andaikan kau datang kembali...
Jawaban apa yang kan kuberi...
Adakah jalan yang kau temui
Untuk kita kembali lagi
**
Bersinarlah bulan purnama
Seindah serta tulus cintanya
Bersinarlah terus sampai nanti
Lagu ini ku akhiri
Apa Salah dan Dosaku : D' Lloyd
Haruskah hidupku terus begini
Dengan derita yang tiada akhir
Kemanakah jalan yang harus kutempuh
Agar kubahagia ..aa
Oh Tuhan berikan petunjuk-Mu
Untuk kujadikan pegangan hidupku
Apakah salahku dan apa dosaku
Sampaiku begini ……
Aku tak sanggup lagi
menerima derita ini
Aku tak sanggup lagi
menerima semuanya
Oh Tuhan berikan petunjuk-Mu
Untuk kujadikan pegangan hidupku
Katakan salahku dan apa dosaku
Sampaiku begini
Mengapa Harus Jumpa : D' Lloyd
Mengapakah kita harus berjumpa
Dikala kau telah berdua
Berdosakah diriku kepadanya
Pabila aku mencintaimu
Namun kini apalah dayaku
Semua kini telah terjadi
Walaupun kau sayang kepadaku
Tak mungkin oh tak mungkin
Oh Tuhan yang Kuasa
Berilah petunjuk-Mu
Betapa pedih kurasakan
Kasihku tak sampai
Kembalilah kau ke-padanya sayang
Biarkanlah kini kusendiri
Doaku selalu menyertaimu
Semoga kau berdua bahagia
Kembali
Uuuh... uhhhh
Masihkah kau ingat waktu di desa
Bercanda bersama disamping gereja
Kala itu kita masih remaja
Yang polos hatinya bercerita
Waktu kini tlah lama berlalu
Sudah sepuluh tahun tak bertemu
Entah dimana kini kau berada
Tak tahu dimana rimbanya
Reff :
Hanya satu yang tak terlupakan
Kala senja di gereja tua
Waktu itu hujan rintik-rintik
Kita berteduh di bawah atapnya
Kita berdiri begitu rapat
Hingga suasana begitu hangat
Tanganmu kupegang erat-erat
Kenangan itu slalu kuingat
Biarpun saat ini kau telah berdua
Itu bukanlah kesalahanmu
Ku hanya ingin dapat bertemu
Bila bertemu puaslah hatiku
Bila bertemu puaslah hatiku
Kemesraan : Iwan Fals
Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi
Burung camar terbang
Bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita
Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu
Andai Kau Datang : Koes Plus
Terlalu indah di lupakan
Terlalu sedih di kenangkan
Setelah aku jauh berjalan
Dan kau ku tinggalkan
*
Betapa hatiku bersedih
Mengenang kasih dan sayangmu
Setulus pesanmu
Kepadaku
Engkau kan menunggu
Andaikan kau datang kembali...
Jawaban apa yang kan kuberi...
Adakah jalan yang kau temui
Untuk kita kembali lagi
**
Bersinarlah bulan purnama
Seindah serta tulus cintanya
Bersinarlah terus sampai nanti
Lagu ini ku akhiri
Apa Salah dan Dosaku : D' Lloyd
Haruskah hidupku terus begini
Dengan derita yang tiada akhir
Kemanakah jalan yang harus kutempuh
Agar kubahagia ..aa
Oh Tuhan berikan petunjuk-Mu
Untuk kujadikan pegangan hidupku
Apakah salahku dan apa dosaku
Sampaiku begini ……
Aku tak sanggup lagi
menerima derita ini
Aku tak sanggup lagi
menerima semuanya
Oh Tuhan berikan petunjuk-Mu
Untuk kujadikan pegangan hidupku
Katakan salahku dan apa dosaku
Sampaiku begini
Mengapa Harus Jumpa : D' Lloyd
Mengapakah kita harus berjumpa
Dikala kau telah berdua
Berdosakah diriku kepadanya
Pabila aku mencintaimu
Namun kini apalah dayaku
Semua kini telah terjadi
Walaupun kau sayang kepadaku
Tak mungkin oh tak mungkin
Oh Tuhan yang Kuasa
Berilah petunjuk-Mu
Betapa pedih kurasakan
Kasihku tak sampai
Kembalilah kau ke-padanya sayang
Biarkanlah kini kusendiri
Doaku selalu menyertaimu
Semoga kau berdua bahagia
Kembali
Uuuh... uhhhh
Penggunaan SPC DC Motor Secara Paralel
SPC DC MOTOR dapat digunakan secara paralel dengan cara mengatur pin–pin S1, S2, S3,dan S4 yang ada pada board SPC DC MOTOR.
Berikut adalah tabel kegunaan dari pin–pin tersebut:
Pin Nama Setting Fungsi
S1 Run 1 Stop / Run Untuk menjalankan atau mematikan motor DC 1
Stop beri logika ‘1’ (high)
Run beri logika ‘0’ (low)
S2 Dir 1 CW / CCW Untuk arah putaran motor DC 1
CW (searah jarum jam) beri logika ‘1’ (high)
CCW (berlawanan arah jarum jam) beri logika(low)
S3 Run 2 Stop / Run Untuk menjalankan atau mematikan motor DC 2
Stop beri logika ‘1’ (high)
Run beri logika ‘0’ (low)
S4 Dir 2 CW / CCW Untuk arah putaran motor DC 2
CW (searah jarum jam) beri logika ‘1’ (high)
CCW (berlawanan arah jarum jam) beri logika (low)
�� Untuk dapat menjalankan SPC DC MOTOR secara paralel, setting kedua motor DC padaregister DCControl harus dalam keadaan Stop.
�� Apabila pada saat yang bersamaan terjadi pengaturan secara ‘I2C’ dan ‘Paralel’ maka
yang manjadi prioritas adalah I2C, setelah perintah I2C selesai dilaksanakan maka perintah paralel baru dapat dilaksanakan.
�� Untuk pengaturan PWM secara paralel, dapat dilakukan dengan cara memberi pulsa
secara periodik pada pin S1 atau S3 dengan frekuensi maksimal 10 KHz.
CONTOH Aplikasi :
Bila diinginkan motor DC 1 dijalankan secara paralel dengan PWM 50% dan putaran searah jarum jam, maka pin S2 diberi logika ‘1’ dan pin S1 diberi sinyal kotak dengan periode high dan periode low yang sama besarnya.
DC Unit
Fungsi : Untuk menginisialisasi SPC DC Motor.
Input : AddressI2C, GateTime, PWM1, PWM2 dan DCControl
Output : Flag FAck
Keterangan :
�� Rutin ini digunakan untuk memberikan nilai awal atau inisialisasi tanpa
menjalankan motor DC, yaitu dengan memberi logika high ‘1’ pada
setting Run dari DCControl.
�� Rutin ini dapat juga digunakan untuk menjalankan rutin SetGateTime,
SetPWM1, SetPWM2 dan SetControl dalam satu buah rutin.
�� Jika Flag FAck bernilai ‘1’ maka SPC DC MOTOR siap untuk digunakan.
Metode : Isi register AddressI2C, GateTime, PWM1, PWM2 dan DCControl sesuai
dengan kebutuhan kemudian panggil rutin DCInit.
SetGateTime
Fungsi : Mengatur besarnya waktu yang dibutuhkan untuk menghitung pulsa input
kecepatan motor DC dalam satu periode.
Input : AddressI2C dan GateTime
Output : Flag FAck
Keterangan :
Tabel pengaturan nilai register GateTime ini dapat dilihat pada bagian 4.3.
Metode :
Isi register AddressI2C dan GateTime sesuai dengan kebutuhan kemudian panggil rutin SetGateTime.
SetPWM1
Fungsi : Mengatur kecepatan putaran motor DC 1
Input : AddressI2C dan PWM1
Output : Flag FAck
Keterangan :
Perhitungan kecepatan putaran motor DC 1 dapat dilihat pada bagian 4.2.
Metode :
Isi register AddressI2C dan PWM1 sesuai dengan kebutuhan kemudian
panggil rutin SetPWM1.
SetPWM2
Fungsi : Mengatur kecepatan putaran motor DC 2
Input : AddressI2C dan PWM2
Output : Flag FAck
Keterangan :
Perhitungan kecepatan putaran motor DC 2 dapat dilihat pada bagian 4.2.
Metode :
Isi register AddressI2C dan PWM2 sesuai dengan kebutuhan kemudian
panggil rutin SetPWM2.
SetControl
Fungsi : Untuk menjalankan atau menghentikan motor DC, mengubah arah putaran
motor DC, dan mengaktifkan perhitungan pulsa input kecepatan pada motor
DC.
Input : AddressI2C dan DCControl
Output : Flag FAck
Keterangan :
�� Rutin ini digunakan untuk mengatur semua aktivitas dari SPC DC
MOTOR.
�� Tabel dari nilai register DCControl ini dapat dilihat pada bagian 4.1.
Metode :
Isi register AddressI2C dan DCControl sesuai dengan kebutuhan kemudian
panggil rutin SetControl.
GetInput1
Fungsi : Menyimpan hasil perhitungan pulsa input kecepatan motor DC 1.
Input : AddressI2C
Output : InputH1 dan InputL1
Keterangan :
Hasil dari rutin ini disimpan pada register InputH1 untuk bit 8-15 dan
register InputL1 untuk bit 0-7.
Metode :
Isi register AddressI2C sesuai dengan alamat kemudian panggil rutin
GetInput1.
GetInput2
Fungsi : Menyimpan hasil perhitungan pulsa input kecepatan motor DC 2.
Input : AddressI2C
Output : InputH2 dan InputL2
Keterangan :
Hasil dari rutin ini disimpan pada register InputH2 untuk bit 8-15 dan
register InputL2 untuk bit 0-7.
Metode :
Isi register AddressI2C sesuai dengan alamat kemudian panggil rutin
GetInput2.
Brake1
Fungsi : Untuk menghentikan motor DC 1 secara cepat.
Input : AddressI2C, BrakeH1 dan BrakeL1
Output : InputH1, InputL1
Keterangan :
�� Fungsi ini hanya bisa digunakan, jika motor DC 1 dilengkapi dengan
data input kecepatan putaran motor.
�� Motor DC 1 akan berhenti jika pulsa input kecepatan lebih rendah dari
input brake.
�� Nilai pulsa input kecepatan terakhir sebelum motor DC 1 berhenti
disimpan pada register InputH1 dan InputL1.
Metode :
Isi register AddressI2C, BrakeH1 untuk bit 8-15 dan BrakeL1 untuk bit 0-7
sesuai dengan kebutuhan kemudian panggil rutin Brake1.
Brake2
Fungsi : Untuk menghentikan motor DC 2 secara cepat.
Input : AddressI2C, BrakeH2 dan BrakeL2
Output : InputH2, InputL2
Keterangan :
�� Fungsi ini hanya bisa digunakan, jika motor DC 2 dilengkapi dengan
data input kecepatan putaran motor.
�� Motor DC 2 akan berhenti jika pulsa input kecepatan lebih rendah dari
input brake.
�� Nilai pulsa input kecepatan terakhir sebelum motor DC 2 berhenti
disimpan pada register InputH2 dan InputL2.
Metode :
Isi register AddressI2C, BrakeH2 untuk bit 8-15 dan BrakeL2 untuk bit 0-7
sesuai dengan kebutuhan kemudian panggil rutin Brake2.
Berikut adalah tabel kegunaan dari pin–pin tersebut:
Pin Nama Setting Fungsi
S1 Run 1 Stop / Run Untuk menjalankan atau mematikan motor DC 1
Stop beri logika ‘1’ (high)
Run beri logika ‘0’ (low)
S2 Dir 1 CW / CCW Untuk arah putaran motor DC 1
CW (searah jarum jam) beri logika ‘1’ (high)
CCW (berlawanan arah jarum jam) beri logika(low)
S3 Run 2 Stop / Run Untuk menjalankan atau mematikan motor DC 2
Stop beri logika ‘1’ (high)
Run beri logika ‘0’ (low)
S4 Dir 2 CW / CCW Untuk arah putaran motor DC 2
CW (searah jarum jam) beri logika ‘1’ (high)
CCW (berlawanan arah jarum jam) beri logika (low)
�� Untuk dapat menjalankan SPC DC MOTOR secara paralel, setting kedua motor DC padaregister DCControl harus dalam keadaan Stop.
�� Apabila pada saat yang bersamaan terjadi pengaturan secara ‘I2C’ dan ‘Paralel’ maka
yang manjadi prioritas adalah I2C, setelah perintah I2C selesai dilaksanakan maka perintah paralel baru dapat dilaksanakan.
�� Untuk pengaturan PWM secara paralel, dapat dilakukan dengan cara memberi pulsa
secara periodik pada pin S1 atau S3 dengan frekuensi maksimal 10 KHz.
CONTOH Aplikasi :
Bila diinginkan motor DC 1 dijalankan secara paralel dengan PWM 50% dan putaran searah jarum jam, maka pin S2 diberi logika ‘1’ dan pin S1 diberi sinyal kotak dengan periode high dan periode low yang sama besarnya.
DC Unit
Fungsi : Untuk menginisialisasi SPC DC Motor.
Input : AddressI2C, GateTime, PWM1, PWM2 dan DCControl
Output : Flag FAck
Keterangan :
�� Rutin ini digunakan untuk memberikan nilai awal atau inisialisasi tanpa
menjalankan motor DC, yaitu dengan memberi logika high ‘1’ pada
setting Run dari DCControl.
�� Rutin ini dapat juga digunakan untuk menjalankan rutin SetGateTime,
SetPWM1, SetPWM2 dan SetControl dalam satu buah rutin.
�� Jika Flag FAck bernilai ‘1’ maka SPC DC MOTOR siap untuk digunakan.
Metode : Isi register AddressI2C, GateTime, PWM1, PWM2 dan DCControl sesuai
dengan kebutuhan kemudian panggil rutin DCInit.
SetGateTime
Fungsi : Mengatur besarnya waktu yang dibutuhkan untuk menghitung pulsa input
kecepatan motor DC dalam satu periode.
Input : AddressI2C dan GateTime
Output : Flag FAck
Keterangan :
Tabel pengaturan nilai register GateTime ini dapat dilihat pada bagian 4.3.
Metode :
Isi register AddressI2C dan GateTime sesuai dengan kebutuhan kemudian panggil rutin SetGateTime.
SetPWM1
Fungsi : Mengatur kecepatan putaran motor DC 1
Input : AddressI2C dan PWM1
Output : Flag FAck
Keterangan :
Perhitungan kecepatan putaran motor DC 1 dapat dilihat pada bagian 4.2.
Metode :
Isi register AddressI2C dan PWM1 sesuai dengan kebutuhan kemudian
panggil rutin SetPWM1.
SetPWM2
Fungsi : Mengatur kecepatan putaran motor DC 2
Input : AddressI2C dan PWM2
Output : Flag FAck
Keterangan :
Perhitungan kecepatan putaran motor DC 2 dapat dilihat pada bagian 4.2.
Metode :
Isi register AddressI2C dan PWM2 sesuai dengan kebutuhan kemudian
panggil rutin SetPWM2.
SetControl
Fungsi : Untuk menjalankan atau menghentikan motor DC, mengubah arah putaran
motor DC, dan mengaktifkan perhitungan pulsa input kecepatan pada motor
DC.
Input : AddressI2C dan DCControl
Output : Flag FAck
Keterangan :
�� Rutin ini digunakan untuk mengatur semua aktivitas dari SPC DC
MOTOR.
�� Tabel dari nilai register DCControl ini dapat dilihat pada bagian 4.1.
Metode :
Isi register AddressI2C dan DCControl sesuai dengan kebutuhan kemudian
panggil rutin SetControl.
GetInput1
Fungsi : Menyimpan hasil perhitungan pulsa input kecepatan motor DC 1.
Input : AddressI2C
Output : InputH1 dan InputL1
Keterangan :
Hasil dari rutin ini disimpan pada register InputH1 untuk bit 8-15 dan
register InputL1 untuk bit 0-7.
Metode :
Isi register AddressI2C sesuai dengan alamat kemudian panggil rutin
GetInput1.
GetInput2
Fungsi : Menyimpan hasil perhitungan pulsa input kecepatan motor DC 2.
Input : AddressI2C
Output : InputH2 dan InputL2
Keterangan :
Hasil dari rutin ini disimpan pada register InputH2 untuk bit 8-15 dan
register InputL2 untuk bit 0-7.
Metode :
Isi register AddressI2C sesuai dengan alamat kemudian panggil rutin
GetInput2.
Brake1
Fungsi : Untuk menghentikan motor DC 1 secara cepat.
Input : AddressI2C, BrakeH1 dan BrakeL1
Output : InputH1, InputL1
Keterangan :
�� Fungsi ini hanya bisa digunakan, jika motor DC 1 dilengkapi dengan
data input kecepatan putaran motor.
�� Motor DC 1 akan berhenti jika pulsa input kecepatan lebih rendah dari
input brake.
�� Nilai pulsa input kecepatan terakhir sebelum motor DC 1 berhenti
disimpan pada register InputH1 dan InputL1.
Metode :
Isi register AddressI2C, BrakeH1 untuk bit 8-15 dan BrakeL1 untuk bit 0-7
sesuai dengan kebutuhan kemudian panggil rutin Brake1.
Brake2
Fungsi : Untuk menghentikan motor DC 2 secara cepat.
Input : AddressI2C, BrakeH2 dan BrakeL2
Output : InputH2, InputL2
Keterangan :
�� Fungsi ini hanya bisa digunakan, jika motor DC 2 dilengkapi dengan
data input kecepatan putaran motor.
�� Motor DC 2 akan berhenti jika pulsa input kecepatan lebih rendah dari
input brake.
�� Nilai pulsa input kecepatan terakhir sebelum motor DC 2 berhenti
disimpan pada register InputH2 dan InputL2.
Metode :
Isi register AddressI2C, BrakeH2 untuk bit 8-15 dan BrakeL2 untuk bit 0-7
sesuai dengan kebutuhan kemudian panggil rutin Brake2.
Boru Panggoaran
Ho do boruku
Tampuk ni ate-ateki
Ho do boruku…
Tampuk ni pusu-pusuki
Burju-burju ma ho
Na marsikkolai
Asa dapot ho na sinittani rohami
Molo matua sogot au
Ho na manarihon ahu
Molo matinggang ahu inang
Ho do na manogu-nogu ahu
Chorus:
Ai ho do boruku
Boru panggoarakki
Sai sahat ma da na di rohami
Ai ho do boruku
Boru panggoaraki
Sai sahat ma da na di rohami Repeat again: Ho do boruku
Tampuk ni ate-ateki
Ho do boruku…
Tampuk ni pusu-pusuki
Burju-burju ma ho
Na marsikkolai
Asa dapot ho na sinittani rohami
Molo matua sogot au
Ho na manarihon ahu
Molo matinggang ahu inang
Ho do na manogu-nogu ahu
Chorus:
Ai ho do boruku
Boru panggoarakki
Sai sahat ma da na di rohami
Ai ho do boruku
Boru panggoaraki
Sai sahat ma da na di rohami
Tampuk ni ate-ateki
Ho do boruku…
Tampuk ni pusu-pusuki
Burju-burju ma ho
Na marsikkolai
Asa dapot ho na sinittani rohami
Molo matua sogot au
Ho na manarihon ahu
Molo matinggang ahu inang
Ho do na manogu-nogu ahu
Chorus:
Ai ho do boruku
Boru panggoarakki
Sai sahat ma da na di rohami
Ai ho do boruku
Boru panggoaraki
Sai sahat ma da na di rohami Repeat again: Ho do boruku
Tampuk ni ate-ateki
Ho do boruku…
Tampuk ni pusu-pusuki
Burju-burju ma ho
Na marsikkolai
Asa dapot ho na sinittani rohami
Molo matua sogot au
Ho na manarihon ahu
Molo matinggang ahu inang
Ho do na manogu-nogu ahu
Chorus:
Ai ho do boruku
Boru panggoarakki
Sai sahat ma da na di rohami
Ai ho do boruku
Boru panggoaraki
Sai sahat ma da na di rohami
Jumat, 30 Oktober 2009
Rangkaian Rl dan Rc
Buat kawan kawan semua ayo gabung di;
http://www.facebook.com/group.php?gid=185852165066&v=info
kalau ada ide atau masukan ayo posting..
trims
'' 0n0 Cze"
http://www.facebook.com/group.php?gid=185852165066&v=info
kalau ada ide atau masukan ayo posting..
trims
'' 0n0 Cze"
Langganan:
Postingan (Atom)