SPC DC MOTOR dapat digunakan secara paralel dengan cara mengatur pin–pin S1, S2, S3,dan S4 yang ada pada board SPC DC MOTOR.
Berikut adalah tabel kegunaan dari pin–pin tersebut:
Pin Nama Setting Fungsi
S1 Run 1 Stop / Run Untuk menjalankan atau mematikan motor DC 1
Stop beri logika ‘1’ (high)
Run beri logika ‘0’ (low)
S2 Dir 1 CW / CCW Untuk arah putaran motor DC 1
CW (searah jarum jam) beri logika ‘1’ (high)
CCW (berlawanan arah jarum jam) beri logika(low)
S3 Run 2 Stop / Run Untuk menjalankan atau mematikan motor DC 2
Stop beri logika ‘1’ (high)
Run beri logika ‘0’ (low)
S4 Dir 2 CW / CCW Untuk arah putaran motor DC 2
CW (searah jarum jam) beri logika ‘1’ (high)
CCW (berlawanan arah jarum jam) beri logika (low)
�� Untuk dapat menjalankan SPC DC MOTOR secara paralel, setting kedua motor DC padaregister DCControl harus dalam keadaan Stop.
�� Apabila pada saat yang bersamaan terjadi pengaturan secara ‘I2C’ dan ‘Paralel’ maka
yang manjadi prioritas adalah I2C, setelah perintah I2C selesai dilaksanakan maka perintah paralel baru dapat dilaksanakan.
�� Untuk pengaturan PWM secara paralel, dapat dilakukan dengan cara memberi pulsa
secara periodik pada pin S1 atau S3 dengan frekuensi maksimal 10 KHz.
CONTOH Aplikasi :
Bila diinginkan motor DC 1 dijalankan secara paralel dengan PWM 50% dan putaran searah jarum jam, maka pin S2 diberi logika ‘1’ dan pin S1 diberi sinyal kotak dengan periode high dan periode low yang sama besarnya.
DC Unit
Fungsi : Untuk menginisialisasi SPC DC Motor.
Input : AddressI2C, GateTime, PWM1, PWM2 dan DCControl
Output : Flag FAck
Keterangan :
�� Rutin ini digunakan untuk memberikan nilai awal atau inisialisasi tanpa
menjalankan motor DC, yaitu dengan memberi logika high ‘1’ pada
setting Run dari DCControl.
�� Rutin ini dapat juga digunakan untuk menjalankan rutin SetGateTime,
SetPWM1, SetPWM2 dan SetControl dalam satu buah rutin.
�� Jika Flag FAck bernilai ‘1’ maka SPC DC MOTOR siap untuk digunakan.
Metode : Isi register AddressI2C, GateTime, PWM1, PWM2 dan DCControl sesuai
dengan kebutuhan kemudian panggil rutin DCInit.
SetGateTime
Fungsi : Mengatur besarnya waktu yang dibutuhkan untuk menghitung pulsa input
kecepatan motor DC dalam satu periode.
Input : AddressI2C dan GateTime
Output : Flag FAck
Keterangan :
Tabel pengaturan nilai register GateTime ini dapat dilihat pada bagian 4.3.
Metode :
Isi register AddressI2C dan GateTime sesuai dengan kebutuhan kemudian panggil rutin SetGateTime.
SetPWM1
Fungsi : Mengatur kecepatan putaran motor DC 1
Input : AddressI2C dan PWM1
Output : Flag FAck
Keterangan :
Perhitungan kecepatan putaran motor DC 1 dapat dilihat pada bagian 4.2.
Metode :
Isi register AddressI2C dan PWM1 sesuai dengan kebutuhan kemudian
panggil rutin SetPWM1.
SetPWM2
Fungsi : Mengatur kecepatan putaran motor DC 2
Input : AddressI2C dan PWM2
Output : Flag FAck
Keterangan :
Perhitungan kecepatan putaran motor DC 2 dapat dilihat pada bagian 4.2.
Metode :
Isi register AddressI2C dan PWM2 sesuai dengan kebutuhan kemudian
panggil rutin SetPWM2.
SetControl
Fungsi : Untuk menjalankan atau menghentikan motor DC, mengubah arah putaran
motor DC, dan mengaktifkan perhitungan pulsa input kecepatan pada motor
DC.
Input : AddressI2C dan DCControl
Output : Flag FAck
Keterangan :
�� Rutin ini digunakan untuk mengatur semua aktivitas dari SPC DC
MOTOR.
�� Tabel dari nilai register DCControl ini dapat dilihat pada bagian 4.1.
Metode :
Isi register AddressI2C dan DCControl sesuai dengan kebutuhan kemudian
panggil rutin SetControl.
GetInput1
Fungsi : Menyimpan hasil perhitungan pulsa input kecepatan motor DC 1.
Input : AddressI2C
Output : InputH1 dan InputL1
Keterangan :
Hasil dari rutin ini disimpan pada register InputH1 untuk bit 8-15 dan
register InputL1 untuk bit 0-7.
Metode :
Isi register AddressI2C sesuai dengan alamat kemudian panggil rutin
GetInput1.
GetInput2
Fungsi : Menyimpan hasil perhitungan pulsa input kecepatan motor DC 2.
Input : AddressI2C
Output : InputH2 dan InputL2
Keterangan :
Hasil dari rutin ini disimpan pada register InputH2 untuk bit 8-15 dan
register InputL2 untuk bit 0-7.
Metode :
Isi register AddressI2C sesuai dengan alamat kemudian panggil rutin
GetInput2.
Brake1
Fungsi : Untuk menghentikan motor DC 1 secara cepat.
Input : AddressI2C, BrakeH1 dan BrakeL1
Output : InputH1, InputL1
Keterangan :
�� Fungsi ini hanya bisa digunakan, jika motor DC 1 dilengkapi dengan
data input kecepatan putaran motor.
�� Motor DC 1 akan berhenti jika pulsa input kecepatan lebih rendah dari
input brake.
�� Nilai pulsa input kecepatan terakhir sebelum motor DC 1 berhenti
disimpan pada register InputH1 dan InputL1.
Metode :
Isi register AddressI2C, BrakeH1 untuk bit 8-15 dan BrakeL1 untuk bit 0-7
sesuai dengan kebutuhan kemudian panggil rutin Brake1.
Brake2
Fungsi : Untuk menghentikan motor DC 2 secara cepat.
Input : AddressI2C, BrakeH2 dan BrakeL2
Output : InputH2, InputL2
Keterangan :
�� Fungsi ini hanya bisa digunakan, jika motor DC 2 dilengkapi dengan
data input kecepatan putaran motor.
�� Motor DC 2 akan berhenti jika pulsa input kecepatan lebih rendah dari
input brake.
�� Nilai pulsa input kecepatan terakhir sebelum motor DC 2 berhenti
disimpan pada register InputH2 dan InputL2.
Metode :
Isi register AddressI2C, BrakeH2 untuk bit 8-15 dan BrakeL2 untuk bit 0-7
sesuai dengan kebutuhan kemudian panggil rutin Brake2.
terima kasih kak riri, postingnya bermanfaat :)
BalasHapus