BIODATA PENULIS

BIODATA PENULIS

Kamis, 05 November 2009

Penggunaan SPC DC Motor Secara Paralel

SPC DC MOTOR dapat digunakan secara paralel dengan cara mengatur pin–pin S1, S2, S3,dan S4 yang ada pada board SPC DC MOTOR.
Berikut adalah tabel kegunaan dari pin–pin tersebut:
Pin Nama Setting Fungsi

S1 Run 1 Stop / Run Untuk menjalankan atau mematikan motor DC 1
Stop beri logika ‘1’ (high)
Run beri logika ‘0’ (low)

S2 Dir 1 CW / CCW Untuk arah putaran motor DC 1
CW (searah jarum jam) beri logika ‘1’ (high)
CCW (berlawanan arah jarum jam) beri logika(low)
S3 Run 2 Stop / Run Untuk menjalankan atau mematikan motor DC 2
Stop beri logika ‘1’ (high)
Run beri logika ‘0’ (low)

S4 Dir 2 CW / CCW Untuk arah putaran motor DC 2
CW (searah jarum jam) beri logika ‘1’ (high)
CCW (berlawanan arah jarum jam) beri logika (low)
�� Untuk dapat menjalankan SPC DC MOTOR secara paralel, setting kedua motor DC padaregister DCControl harus dalam keadaan Stop.
�� Apabila pada saat yang bersamaan terjadi pengaturan secara ‘I2C’ dan ‘Paralel’ maka
yang manjadi prioritas adalah I2C, setelah perintah I2C selesai dilaksanakan maka perintah paralel baru dapat dilaksanakan.
�� Untuk pengaturan PWM secara paralel, dapat dilakukan dengan cara memberi pulsa
secara periodik pada pin S1 atau S3 dengan frekuensi maksimal 10 KHz.
CONTOH Aplikasi :
Bila diinginkan motor DC 1 dijalankan secara paralel dengan PWM 50% dan putaran searah jarum jam, maka pin S2 diberi logika ‘1’ dan pin S1 diberi sinyal kotak dengan periode high dan periode low yang sama besarnya.
DC Unit
Fungsi : Untuk menginisialisasi SPC DC Motor.
Input : AddressI2C, GateTime, PWM1, PWM2 dan DCControl
Output : Flag FAck
Keterangan :
�� Rutin ini digunakan untuk memberikan nilai awal atau inisialisasi tanpa
menjalankan motor DC, yaitu dengan memberi logika high ‘1’ pada
setting Run dari DCControl.
�� Rutin ini dapat juga digunakan untuk menjalankan rutin SetGateTime,
SetPWM1, SetPWM2 dan SetControl dalam satu buah rutin.
�� Jika Flag FAck bernilai ‘1’ maka SPC DC MOTOR siap untuk digunakan.
Metode : Isi register AddressI2C, GateTime, PWM1, PWM2 dan DCControl sesuai
dengan kebutuhan kemudian panggil rutin DCInit.

SetGateTime
Fungsi : Mengatur besarnya waktu yang dibutuhkan untuk menghitung pulsa input
kecepatan motor DC dalam satu periode.
Input : AddressI2C dan GateTime
Output : Flag FAck
Keterangan :
Tabel pengaturan nilai register GateTime ini dapat dilihat pada bagian 4.3.
Metode :
Isi register AddressI2C dan GateTime sesuai dengan kebutuhan kemudian panggil rutin SetGateTime.



SetPWM1
Fungsi : Mengatur kecepatan putaran motor DC 1
Input : AddressI2C dan PWM1
Output : Flag FAck
Keterangan :
Perhitungan kecepatan putaran motor DC 1 dapat dilihat pada bagian 4.2.
Metode :
Isi register AddressI2C dan PWM1 sesuai dengan kebutuhan kemudian
panggil rutin SetPWM1.

SetPWM2
Fungsi : Mengatur kecepatan putaran motor DC 2
Input : AddressI2C dan PWM2
Output : Flag FAck
Keterangan :
Perhitungan kecepatan putaran motor DC 2 dapat dilihat pada bagian 4.2.
Metode :
Isi register AddressI2C dan PWM2 sesuai dengan kebutuhan kemudian
panggil rutin SetPWM2.

SetControl
Fungsi : Untuk menjalankan atau menghentikan motor DC, mengubah arah putaran
motor DC, dan mengaktifkan perhitungan pulsa input kecepatan pada motor
DC.
Input : AddressI2C dan DCControl
Output : Flag FAck
Keterangan :
�� Rutin ini digunakan untuk mengatur semua aktivitas dari SPC DC
MOTOR.
�� Tabel dari nilai register DCControl ini dapat dilihat pada bagian 4.1.
Metode :
Isi register AddressI2C dan DCControl sesuai dengan kebutuhan kemudian
panggil rutin SetControl.

GetInput1
Fungsi : Menyimpan hasil perhitungan pulsa input kecepatan motor DC 1.
Input : AddressI2C
Output : InputH1 dan InputL1
Keterangan :
Hasil dari rutin ini disimpan pada register InputH1 untuk bit 8-15 dan
register InputL1 untuk bit 0-7.
Metode :
Isi register AddressI2C sesuai dengan alamat kemudian panggil rutin
GetInput1.

GetInput2
Fungsi : Menyimpan hasil perhitungan pulsa input kecepatan motor DC 2.
Input : AddressI2C
Output : InputH2 dan InputL2
Keterangan :
Hasil dari rutin ini disimpan pada register InputH2 untuk bit 8-15 dan
register InputL2 untuk bit 0-7.
Metode :
Isi register AddressI2C sesuai dengan alamat kemudian panggil rutin
GetInput2.

Brake1
Fungsi : Untuk menghentikan motor DC 1 secara cepat.
Input : AddressI2C, BrakeH1 dan BrakeL1
Output : InputH1, InputL1
Keterangan :
�� Fungsi ini hanya bisa digunakan, jika motor DC 1 dilengkapi dengan
data input kecepatan putaran motor.
�� Motor DC 1 akan berhenti jika pulsa input kecepatan lebih rendah dari
input brake.
�� Nilai pulsa input kecepatan terakhir sebelum motor DC 1 berhenti
disimpan pada register InputH1 dan InputL1.
Metode :
Isi register AddressI2C, BrakeH1 untuk bit 8-15 dan BrakeL1 untuk bit 0-7
sesuai dengan kebutuhan kemudian panggil rutin Brake1.

Brake2
Fungsi : Untuk menghentikan motor DC 2 secara cepat.
Input : AddressI2C, BrakeH2 dan BrakeL2
Output : InputH2, InputL2
Keterangan :
�� Fungsi ini hanya bisa digunakan, jika motor DC 2 dilengkapi dengan
data input kecepatan putaran motor.
�� Motor DC 2 akan berhenti jika pulsa input kecepatan lebih rendah dari
input brake.
�� Nilai pulsa input kecepatan terakhir sebelum motor DC 2 berhenti
disimpan pada register InputH2 dan InputL2.
Metode :
Isi register AddressI2C, BrakeH2 untuk bit 8-15 dan BrakeL2 untuk bit 0-7
sesuai dengan kebutuhan kemudian panggil rutin Brake2.

1 komentar: