BIODATA PENULIS

BIODATA PENULIS

Sabtu, 20 November 2010

Pengolahan Kelapa Sawit


Pada proses pengolahan kelapa sawit untuk memperoleh minyak (CPO) dari tandan buah segar, dapat dibagi menjadi lima tahapan (stasiun), yaitu :
a)    Stasiun penerimaan buah (Reception Station)
b)    Stasiun perebusan (Sterilizer Station)
c)    Stasiun penebahan (Threshing Station)
d)    Stasuin pengepresan (Pressing Station)
e)    Stasiun pemurnian minyak (Clarifikasi Station)
f)     Stasiun pemisahan kernel (Kernel Recovery Station)
Penjelasan secara singkat deskripsi proses pengolahan tandan buah segar menjadi minyak adalah sebagai berikut :
a.    Stasiun penerimaan buah (Reception Station)
Tandan buah segar yang telah dipanen diangkat dengan menggunakan truk dibawa ke pabrik dan ditimbang terlebih dahulu di Jembatan Timbangan (Weight Bridge) kemudian buah ditampung di Loading Ramp.
b.    Stasiun Perebusan (Sterilizer Station)
Setelah di tampung di loading ramp kemudian buah dimasukkan ke dalam Gerobak (lorry) dan diangkut menuju Sterilizer untuk direbus.
c.    Stasiun penebahan (Threshing Station)
Buah yang sudah direbus tadi kemudian akan dipisahkan di thresher antara tandan dan buahnya. Tandan yang sudah terpisah dengan buah kemudian masuk ke empty bunch hopper.
d.    Stasiun pengepresan (Pressing Station)
Buah yang sudah dipisah tadi dari tandannya kemudian dilumatkan di digester dan dipress di screw press.


e.    Stasiun pemurnian minyak (Clarifikasi Station)
Minyak yang dihasilkan dari stasiun pengepressan kemudian disaring di vibrating screen kemudian menuju crude oil tank (COT). Kemudian minyak  menuju ke Contiunues Settling Tank untuk didistribusikan menuju Oil Tank untuk dipisahkan antara minyak dan kotoran. Kemudian minyak menuju ke Oil Purifire dan menuju ke Vacuum  Drier untuk megurangi kadar air yang masih ada terkandung di dalam minyak. Kemudian minyak dipompakan dengan transfer pump dan disimpan di storage tank.
Kotoran yang dipisah di CST tadi kemudian ditampung di sludge tank. Dari sludge tank masuk ke sludge separator. Minyak dari sludge separator kemudian menuju ke COT dan mengikuti seperti proses minyak yang dihasilkan dari buah seperti disebutkan diatas.. kotoran dari sludge separator masuk ke fat pit dan terakhir ke deodoling pond.

f.     Stasiun pemisahan kernel (Kernel Recovery Station)           
Buah yang sudah dipress dan diambil minyaknya pada stasiun pengepressan kemudian dipisahkan dengan cake brake conveyor menuju depericarper dan dipisahkan antara biji dan serat. Biji menuju ke nut polishing drum, sedangkan seratnya dihisap fiber cyclone menuju ke penampungan serat sebagai bahan bakar boiler. Dari nut polishing drum kemudian biji menuju ke destoner dan menuju nut hoppe untuk masuk ke silo nut. Kemudian biji dibanting dengan ripple mill sehingga menghasilkan inti dan cangkang.
Inti dan cangkang tadi dipisahkan dengan LTDS 1 dan LTDS 2 dan  hydro cyclone untuk dipisahkan. Cangkang menuju boiler sebagai bahan bakar dan inti dibawa kernel conveyor dan  kernel elevator menuju kernel dryer untuk dikeringkan. Kemudian inti dibawa menuju ke bulking silo untuk ditampung dan inti siap dijual.


3.1                 Stasiun Penerimaan Buah (Reception Station)
            Stasiun ini berfungsi menerima dan mengawasi FFB yang masuk ke pabrik dan juga CPO,inti dan pupuk yang dikirim keluar pabrik. Stasiun ini terdiri dari beberapa unit dan peralatan antara lain :
3.1.1                                     Jembatan Timbang (Weight Bridge)
Berfungsi untuk menimbang FFB (fresh fruit bunches), CPO (crude palm oil), cankang, TKKS dan inti. Berikut spesifikasi dari alat ini :
Merek                   : Avery 83
Kapasitas                        : 30 ton
Jumlah                : 1 unit
Cara perhitungan netto untuk CPO dan FFB :
Netto = bruto - tarrra
Keterangan ;
Netto         : berat bersih (berat CPO,FFB,TKKS,cangkang dan inti)
Bruto        : berat kotor (berat mobil + FFB/CPO)
Tarra         : berat kosong truk.
Cara kerja perhitungan CPO :
Ø   Truk kosong ditimbang untuk mendapatkan tarra
Ø   Kemudian truk diisi dengan minyak
Ø   Truk ditimbang kembali untuk mendapatkan  bruto baru kemudian bisa di dapatkan netto.
Cara kerja perhitungan FFB :
Ø  Truk berisi FFB ditimbang untuk mendapatkan bruto
Ø  Kemudian FFB di tempatkan di loading ramp
Ø  Truk ditimbang kembali untuk mendapatkan tarra baru didapatkan netto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar